Apakah ayat kursi dibaca setiap selesai shalat fardhu saja atau juga setelah shalat sunat

PERTANYAAN:
HR. Nasai dalam Amalul Yaum wal Lailah no. 100 dan Ibnus Sunni no. 121, dinyatakan shahih oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami' 5/329 dan Silisilah Hadits Shahih, 2/697 no. 972:
  _《Siapa membaca ayat kursi sehabis shalat, tidak ada yang menghalanginya masuk surga kecuali kematian.” 》_
Menurut hadits di atas, apakah ayat kursi dibaca setiap selesai shalat fardhu saja atau juga setelah shalat sunat?

 *JAWABAN:*
 Hadits yang dimaksud adalah hadits *Abu Umamah* –Radhiallahu 'anhu-, Nabi –Shallallahu 'alaihi wa sallam- bersabda:
« *مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ مِنْ دُخُولِ الْجَنَّةِ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ* »
《 _*Barangsiapa membaca ayat kursi setelah setiap shalat, tidak ada yang menghalanginya dari masuk surga selain kematian.*_ 》
Akan tetapi, ketika saya cek ke kedua sumber yang tertulis di pertanyaan, saya dapati lafaznya begini:
« ...دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ *مَكْتُوبَة*ٍ... »
_《…setelah setiap shalat *wajib*...》_
 Ada sebagian riwayat *tanpa* diiringi "wajib" yaitu :
1⃣ Riwayat *'Ali bin Abi Thalib* –Radhiallahu 'anhu-:
« ... *دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ لَمْ يَمْنَعْهُ* ...» [شعب الإيمان للبيهقي (2174)]
《... *setiap selesai shalat, tidak ada yang menghalanginya*….” 》
2⃣ Riwayat *Mughirah Bin Syu'bah* –Radhiallahu 'anhu-:
« مَنْ قَرَأَ آيَةَ الْكُرْسِيِّ *دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ*؛ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ إِلَّا أَنْ يَمُوتَ، فَإِذَا مَاتَ دَخَلَ الْجَنَّةَ » [حلية الأولياء 3/221]
_《Barangsiapa membaca ayat kursi *setelah setiap shalat*, tidak ada antara dia dengan surga selain kematian. Jika ia telah mati maka ia akan masuk sorga 》_
Akan tetapi sanad keduanya *dihukum lemah*. Apalagi hadits pertama, sampai dihukum *palsu* oleh sebagian ulama.
Lihat takhrij haditsnya di sini: 
https://islamqa.info/ar/215945
http://www.alukah.net/sharia/0/37412/
http://www.ahlalhdeeth.com/vb/showthread.php?t=213
                          ☆☆☆
☘ Besar kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan shalat di sini adalah *shalat wajib*, karena:
1⃣ Memang tersebut di kebanyakan riwayatnya.
2⃣ Jika diumumkan ke semua shalat, maka akan dibaca juga setelah *shalat jenazah*, karena juga termasuk shalat. Tapi tidak didapati ada ulama yang menyatakannya.
Begitu juga setelah *shalat witir.* Namun yang didapati adalah:
« فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ: *سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ، سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ،* وَرَفَعَ بِهَا صَوْتَهُ » [رواه أحمد (15354) وغيره, صحيح]
_《Jika Nabi telah salam, beliau membaca: *Subhanal Malikil Quddus, Subhanal Malikil Quddus, Subhanal Malikil Quddus.* Dan Nabi mengangkat suaranya 》_
                        ☆☆☆
 *MASALAH SERUPA*
✅ Imam *Ibnul Qayyim* –Rahimahullahu- berkata:
« وَبَلَغَنِي عَنْ شَيْخِنَا أبي العباس ابن تيمية قَدَّسَ اللَّهُ رُوحَهُ أَنَّهُ قَالَ: "مَا تَرَكْتُهَا *عَقِيبَ كُلِّ صَلَاةٍ*" »[ .زاد المعاد 1/294]
_《Telah sampai kepadaku dari guru kami Abu Abbas Ibnu Taimiyah –semoga Allah mensucikan rohnya- bahwa ia berkata: "Aku tidak pernah meninggalkannya *sesudah setiap shalat.*"》_
Ketika dicek ke buku Imam *Ibnu Taimiyah* –Rahimahullahu-, dipahami bahwa yang beliau maksud adalah shalat wajib:
« وَأَمَّا إذَا قَرَأَ الْإِمَامُ آيَةَ الْكُرْسِيِّ فِي نَفْسِهِ أَوْ قَرَأَهَا أَحَدُ الْمَأْمُومِينَ فَهَذَا لَا بَأْسَ بِهِ » [مجموع الفتاوى] 22/508]
_《Adapun jika imam membaca ayat kursi di hatinya, atau dibaca oleh salah seorang makmum, maka ini tidak mengapa.》_
✅ Hafiz *Ibnu Hajar* –Rahimahullahu- ketika berbicara tentang hadits bertasbih, bertahmid dan bertakbir, masing 33 kali, ia berkata:
« وَظَاهِرُ قَوْلِهِ *كُلِّ صَلَاةٍ* يَشْمَلُ الْفَرْضَ وَالنَّفْلَ *لَكِنْ حَمَلَهُ أَكْثَرُ الْعُلَمَاءِ عَلَى الْفَرْض*. وَقَدْ وَقَعَ فِي حَدِيثِ كَعْبِ بْنِ عُجْرَةَ عِنْدَ مُسْلِمٍ التَّقْيِيدُ بِالْمَكْتُوبَةِ وَكَأَنَّهُمْ حَمَلُوا الْمُطْلَقَاتِ عَلَيْهَا »[ فتح الباري 2/328]
_《 Terbaca dari sabda Nabi " *setiap shalat*", ini mencakup shalat wajib dan sunat. *Akan tetapi kebanyakan ulama membawakannya ke shalat wajib*._
_Dan telah tersebut di hadits Ka'ab bin 'Ujrah di (shahih) Muslim, *pengkhususannya dengan shalat wajib.* Seakan-akan ulama membawa lafaz mutlak (umum) ini ke lafaz muqayyad (khusus shalat wajib) 》_
                         ☆☆☆
 *KESIMPULAN:*
Sejauh telaah saya, dipahami bahwa ayat kursi hanya dibaca setelah shalat wajib saja.
                         ☆☆☆
Wallahu A'lam.
(Ustadz Abu Muslim, Lc. MA.)
Apakah ayat kursi dibaca setiap selesai shalat fardhu saja atau juga setelah shalat sunat Apakah ayat kursi dibaca setiap selesai shalat fardhu saja atau juga setelah shalat sunat Reviewed by Muhammad Rifyal on 00.29 Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.